Penuhi kebutuhan Pendidikan Khusus, 2022 Mendatang Pemprov Banten Bangun 3 SKh Negeri

oleh -
Gubenur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Banten Tabrani meninjau pembangunan di SMKN 1 Cinangka

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Banten, akan membangun  tiga Sekolah Khusus Negeri pada 2022 mendatang.  

Ketiga Sekolah tersebut aka disebar di tiga kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Serang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang  Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Supandi  bahwa pembangunan Sekolah Khusus Negeri tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan peserta didik bisa bersekolah di Sekolah Khusus Negeri.

Hingga saat ini Provinsi Banten, telah memiliki delapan Sekolah Khusus (SKh) Negeri dan 94 SKH swasta yang tersebar di Provinsi Banten.

“Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Banten untuk memberikan pendidikan serta sarana dan prasarana yang memadai untuk siswa yang bersekolah di Sekolah Khusus Negeri,” kata Supandi, di Kota Serang, Kamis 4 November 2021.

Lebih lanjut Supandi mengungkapkan, dibangunnya Sekolah Khusus Negeri tersebut diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan layaknya seperti anak pada umumnya, dengan dibangunnya sekolah tersebut dapat memberikan kemudahan baik guru ataupun siswa yang ingin sekolah di Sekolah Khusus.

“Sekolah khusus yang ada di Banten yakni Kabupaten Lebak ada 3 SKh Negeri, Kabupaten Pandeglang 1 SKh Negeri, Kota Cilegon 1 SKh Negeri, Kota Serang 2 SKh Negeri, dan Kabupaten Tangerang 1 SKh Negeri dan tiga kabupaten dan kota yang belum ada akan menyusul pada 2022,” lanjutnya

Selain itu, ia menuturkan, anak-anak berkebuutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam belajar seperti siswa yang berada di sekolah reguler, hanya saja yang membedakan disarana prasarana kalau di sekolah khusus seperti di depan kelas terdapat jalan untuk disabilitas.

“Pembelajaran sudah dilakukan kita juga harus berhati-hati untuk menyelenggarakan kegiatan, karena kondisi masih dalam pandemi Covid-19 untuk kegiatan masih ada untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.

Ia mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama termasuk di pendidikan ataupun di dunia kerja, hanya saja persentasenya masih kecil oleh karena itu Dindikbud bersarana kepada kepala sekolah dan guru memberikan keterampilan kepada anak berkebutuhan khusus.

“Seperti di Skh 02 Kota Serang ada anak yang bisa memodifikasi motor, itu trobosan yang luar biasa bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus juga ada yang sudah bekerja di supermarket ataupun berwirausaha,” ujarnya.

Ia menuturkan, anak berkebutuhan khusus tetap harus diberikan motivasi belajar untuk meraih cita-citanya, kemudian memberikan pelatihan untuk orang tua memberikan semangat kepada anak-anaknya salah satunya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami berharap kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk semangat belajar dan meraih cita-cita, tidak cukup di Sekolah Khusus Negeri tetapi bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” pungkasnya. (*)