Cegah Hoax, Bijak Gunakan Internet dengan Sebarkan Informasi Positif

oleh -42 Dilihat

PERILAKU penggunaan media sosial pada masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif. Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet, meningkat juga penyebaran hoax di masyarakat.

Di masa pandemi, penyebaran hoax yang terjadi di masyarakat disebut-sebut meningkat. Misalnya saja berita tentang kesehatan, pendidikan atau seputar gaya hidup masyarakat.

Dirjen PAUD, DIKDAS & DIKMEN Kemdikbud Ristekdikti, Jumeri menuturkan, untuk mencegah hoax, sudah saatnya masyarakat bisa menyebarkan konten-konten positif di internet. Terutama soal penanganan pandemi Covid-19 di sisi kesehatan ataupun hal lain.

hoax

“Kalau semakin banyak konten-konten positif, dampak yang ditimbulkan oleh konten negatif akan dikalahkan”, ungkap Jumeri.

Bila mendapati berita hoax, disarankan Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo Teguh Arifiyadi, masyarakat tidak ikut menyebarkannya. Akan lebih baik jika Anda aktif mengklarifikasi atau menanyakan sebuah informasi yang tidak diyakini kebenarannya.

“Kalau kita sendiri punya informasi yang tidak kita yakini kebenarannya maka lebih baik diam dan tidak menyebarkan apapun,” tuturnya.

Ketua Presidium MAFINDO Septiaji Eko Nugroho mengatakan, saat menerima berita hoax masyarakat tidak perlu paranoid. Anda harus lebih hati-hati dan cermat memilah informasi.

Ada 3 step yang dapat dilakukan, yaitu cek sumbernya dan sebisa mungkin carilah sumber yang memiliki keterangan jelas. Lalu mulailah berpikir kritis, berikan ruang skeptis terhadap informasi yang kita dapatkan di media digital.

“Anda juga harus selalu rajin mencari klarifikasi dan faktanya, telitilah sebelum berbagi”, ungkap Septiaji.